Inilah Cara Penularan Hepatitis Yang Harus Anda Ketahui

Inilah Cara Penularan Hepatitis Yang Harus Anda Ketahui

Hepatitis merupakan salah satu penyakit serius yang bisa menular. Dan Inilah Cara Penularan Hepatitis Yang Harus Anda Ketahui. Bagaimana hepatitis ini menular? Mari kita simak dalam pembahasan berikut ini!

Inilah Cara Penularan Hepatitis Yang Harus Anda Ketahui

Hepatitis adalah peradangan organ hati yang disebabkan toksin atau senyawa kimia atau obat yang menginfeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, sedangkan jika hepatitis berlangsung 6 bulan lebih lamanya disebut hepatitis kronis. Penyebab utama hepatitis pada umumnya adalah virus. Namun, beberapa hal lain juga bisa menyebabkan hepatitis seperti karena obat-obatan dan juga alkohol, yang mana hepatitis yang dipicu oleh obat-obatan dan alkohol sering disebut juga istilah hepatitis non-virus.

Seperti yang telah dikatakan di awal, hepatitis ini bisa menular. Oleh karenanya Anda harus tahu bagaimana cara penularan hepatitis, agar Anda bisa mencegah jenis-jenis hepatitis yang berpotensi terjadi. Ya, hepatitis memang memiliki banyak jenis. Dan berikut ini adalah beberapa cara penularan dari penyakit hepatitis, antara lain :

  • Berhubungan Intim

Salah satu jenis hepatitis, yaitu hepatitis B merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual juga. Sebab, penyakit hepatitis B ini bisa menular melalui hubungan seksual. Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis sangat berisiko tertular virus hepatitis B. Virus hepatitis B diketahui bisa menularan melalui cairan vagina, darah, atau air mani orang yang sudah terinfeksi. Oleh karena itu, hindarilah hubungan seksual di luar nikah, karena Anda tidak tahu apakah dia menderita hepatitis atau tidak. Anda juga bisa saja tertular penyakit lainnya yang lebih berbahaya, yaitu HIV/AIDS. (Baca Juga : OBAT HEPATITIS PALING AMPUH)

  • Dari Ibu ke Anaknya

Hepatitis juga bisa ditularkan oleh seorang ibu kepada anaknya, terutama ibu yang sedang hamil. Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis secara otomatis akan menularkan infeksi virus hepatitis tersebut pada janin dengan lebih mudah. Oleh karena itu, senantiasalah mengonsultasikan kesehatan Anda dengan dokter saat Anda hamil. Pastikan juga Anda menjauhi penderita hepatitis serta barang-barang yang kiranya digunakan oleh penderita hepatitis. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko terserang virus hepatitis pada Anda maupun pada janin Anda.

  • Peralatan Dokter atau Rumah Sakit

Cara penularan yang satu ini mungkin sudah sering Anda dengar. Virus hepatitis, khususnya hepatitis B dan C mampu menular melalui peralatan kesehatan yang tidak steril. Rumah sakit ataupun klinik kesehatan memang dianggap tempat yang begitu baik dan aman dari masalah kesehatan, namun kita tidak pernah tahu seberapa steril rumah sakit atau klinik yang kita kunjungi. Penularan virus hepatitis bisa terjadi melalui peralatan yang dipakai oleh dokter, khususnya peralatan yang sudah terkontaminasi. Bahkan alat sterilisasi pun juga bisa terkontaminasi sehingga ini meningkatkan risiko penularan. Transfusi darah juga dapat menyebabkan penularan hepatitis, apalagi jika transfusi darah ikut terkontaminasi.

  • Darah yang Sudah Terkontaminasi

Virus hepatitis dapat mengontaminasi berbagai cairan dalam tubuh, termasuk darah. Khusus virus hepatitis B dan C, keduanya sangat mudah menular. Salah satunya adalah dari seorang ibu kepada bayinya saat proses melahirkan. Kemudian ketika seorang penderita terluka dan berdarah, maka darah tersebut juga bisa menularkan virus hepatitis. Karena itulah kenapa menjaga jarak dengan penderita hepatitis itu menjadi hal yang penting, agar kita tidak mudah terkena infeksinya, terutama melalui darah dari luka. (Baca Juga : Obat Vitiligo Yang Ampuh)

  • Makanan serta Minuman

Virus hepatitis, khususnya hepatitis A juga dapat menular melalui makanan dan minuman. Bahkan buah dan sayuran pun bisa saja menularkan virus hepatitis, jika makanan dan minuman tersebut sudah terkontaminasi virus hepatitis. Virus hepatitis A adalah yang paling berbahaya dan bisa menular cukup cepat. Oleh karena itu, penting untuk mencuci buah secara sempurna sebelum Anda mengonsumsinya, terutama jika ingin memakannya beserta kulitnya. Minuman yang juga sudah terkontaminasi pun bisa menularkan virus hepatitis. Selain itu, Anda juga sebaiknya jangan minum air mentah. Dan saat memasak air, pastikan sampai benar-benar mendidih, jangan asal dipanaskan saja.

  • Peralatan untuk Menindik dan Tato

Sama seperti peralatan kesehatan, peralatan menindik dan peralatan tato pun bisa menularkan virus hepatitis. Oleh karena itu, jangan pernah mau menindik bagian tubuh atau membuat tato, karena risikonya Anda bisa tertular penyakit hepatitis yang cukup berbahaya. Virus hepatitis B dan C diketahui bisa ditularkan melalui peralatan tindik dan tato. Hal tersebut dikarenakan peralatan yang digunakan sangat berpotensi terkena darah. Apalagi jika peralatan tersebut digunakan terus pada orang lain tanpa disterilisasi secara sempurna. Sehingga risiko menularkan suatu penyakit terutama penyakit yang disebabkan vitus menjadi semakin tinggi.

  • Penggunaan Barang yang Sama

Menggunakan barang milik penderita hepatitis adalah cara termudah menularkan virus hepatitis, di mana pada penularan ini virus hepatitis B dan hepatitis C adalah yang paling umum ditularkan. Oleh karena itu, hindari menggunakan barang-barang yang sudah digunakan penderita hepatitis. Atau setidaknya, Anda juga jangan pernah mau berbagai penggunaan barang dengan siapapun, karena kita tidak tau apakah dia benar-benar sehat atau justru menderita penyakit yang bisa menular ke kita. Barang-barang yang dimaksud meliputi sikat gigi, gunting kuku, pisau cukur, jarum, serta benda-benda lainnya yang dapat terkontaminasi darah si penderita. (Baca Juga : Cara Mengobati Psoriasis)

  • Tidak Menjaga Kebersihan Diri

Perlu Anda ketahui bahwa virus hepatitis A pada dasarnya mampu bertahan hidup di luar tubuh dalam waktu yang cukup lama, yakni beberapa bulan. Maka, menjaga kebersihan diri sangat penting agar bisa terhindar dari virus tersebut. Anda perlu rajin mencuci tangan setelah dari kamar mandi, setelah mengganti popok anak, serta saat hendak menyiapkan makanan. Biasakan mencuci tangan, khususnya sebelum makan dan minum, dan pastikan Anda menggunakan sabun antibakteri.

  • Mengonsumsi Kerang Mentah

Sebagian orang menggemari makanan laut meski dalam keadaan mentah sekalipun. Salah satunya adalah kerang mentah. Padahal, ada kerugian di balik konsumsi kerang mentah. Sebab, tidak semua makanan laut mentah terjaga kebersihannya, yang jika dimakan bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Kerang kerap diperoleh dari air yang penuh polusi. Maka ketika kerang mentah langsung dimakan atau tidak dibersihkan lebih dulu, hasilnya hepatitis A bisa menyerang Anda. Yang mana perlu Anda ketahui bahwa ada beragam jenis kerang serta tiram yang berpotensi tinggi menularkan virus hepatitis A.

  • Peralatan Salon

Sama seperti peralatan kesehatan dan juga peralatan tindik serta tato yang sebelumnya di bahas, peralatan salon juga bisa saja menularkan virus hepatitis. Anda harus mewaspadai setiap alat yang digunakan di salon tersebut. Selalu ada kemungkinan untuk peralatan salon terkontaminasi virus, termasuk virus hepatitis. Penularan hepatitis melalui peralatan manicure, pedicure serta alat-alat lainnya sangat memungkinkan untuk terjadi. Hal ini semakin berisiko terjadi jika peralatan sempat terkena darah dari penderita hepatitis. Hal seperti itu tentunya tidak mampu kita hindari sekalipun berada di salon yang bereputasi terbaik. Oleh karena itu rajinlah memeriksakan kesehatan tubuh Anda, khususnya jika gejala hepatitis mulai terasa.

Demikianlah pembahasan mengenai “Inilah Cara Penularan Hepatitis Yang Harus Anda Ketahui”. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca. Dan jika Anda sudah terlanjur terinfeksi virus hepatitis atau sudah terlanjur menderita hepatitis, Kami merekomendasikan Anda untuk mengobati hepatitis Anda dengan HepatSure, obat hepatitis paling ampuh yang sudah terbukti khasiatnya.

Baca Juga :

Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat?

Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat?

Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat?

OBAT HEPATITIS PALING AMPUH, – Segala jenis penyakit hepatitis bisa menular. Tapi Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat? Mari kita simak pembahasan mengenai hal ini dalam artikel berikut ini !

Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat?

Hepatitis merupakan sebuah penyakit yang tidak asing lagi karena memang sudah cukup banyak orang yang mengalami hepatitis ini. Kondisi di mana peradangan terjadi pada organ hati yang disebabkan oleh toksin, seperti obat atau bahan kimia atau agen pemicu infeksi, itulah yang dinamakan dengan hepatitis. Jika berlangsung kurang dari 6 bulan, maka hal ini disebut juga dengan hepatitis akut dan lebih dari itu diketahui juga dengan hepatitis kronis.

Namun, masih ada beberapa hal yang kiranya cukup membuat penasaran dan bingung, yakni cara penularannya apakah bisa melalui keringat. Penularan hepatitis lewat keringat jelas akan begitu ditakutkan oleh banyak orang karena keringat bakal dengan mudah menyebar maupun mengenai orang lain.

Untuk itulah, di bawah ini adalah beberapa keterangan atau informasi singkat mengenai beberapa jenis hepatitis dan cara penularannya. Perlu diketahui lebih dulu bahwa hepatitis yang paling kerap dialami adalah hepatitis A, B serta C sehingga Anda cukup perlu mengenal penularan ketiganya berikut juga cara untuk mendeteksinya dari awal. (Baca Juga : Obat Tradisional Vitiligo Yang Ampuh Khasiatnya)

Hepatitis A

Khusus untuk hepatitis A, ini adalah sebuah kondisi penyakit yang penyebabnya adalah virus hepatitis A di mana penyebarannya berasal dari feses/tinja/kotoran penderita. Sangat langka adanya penyakit hepatitis A yang fatal, namun tetap ada potensi untuk dialami oleh lansia. 8 minggu diketahui sebagai kurun waktu terjadinya gejala.

Hepatitis A penyebarannya cukup mudah dan penularan bisa terjadi lewat minuman dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh feses atau kotoran dari si penderita hepatitis A. Istilah lain dari hal ini adalah fekal-oral. Maka memang sangat penting untuk mengonsumsi makanan-makanan yang benar-benar bersih dan terjamin kehigienisannya.

Untuk deteksi awal, pemeriksaan tinja adalah yang paling disarankan karena dianggap paling efektif dan membantu. Deteksi dini ini bisa dilakukan 2 minggu sejak adanya paparan. Tak hanya itu, pemeriksaan darah anti-HAV pun juga termasuk dan paling tidak perlu dilakukan sebulan sesudah paparan supaya bisa diatasi secepat mungkin sebelum akhirnya menjadi lebih serius.

Hepatitis B

Untuk hepatitis B, penyakit ini dipicu oleh virus hepatitis B di mana bisa menimbulkan peradangan hati pada tahap akut atau menahun yang bisa berkomplikasi menjadi sirosis hati. Bahkan kanker hati pun dapat terjadi sebagai akibat dari hepatitis B. Penularan dari hepatitis B bisa terjadi lewat cairan tubuh dan darah.

Cairan tubuh yang dimaksud di sini adalah cairan vagina maupun sperma. Virus juga dapat ditularkan secara perkutan alias lewat kulit dari keringat. Namun hal ini ditentukan juga oleh tingkat virulensi virus dari masing-masing individu. Untuk deteksi awal, tes darah seperti HbsAg adalah yang terpenting dan perlu ditempuh paling tidak sebulan sesudah virus masuk. (Baca Juga : Obat Leukimia)

Hepatitis C

Hepatitis C merupakan sebuah kondisi infeksi hati yang disebabkan oleh HCV alias virus hepatitis C di mana kerap kali tak ada gejalanya. Untuk penularan, hepatitis C ini bisa menular apabila seseorang mengalami kontak dengan darah seorang pengidap hepatitis C. Hati-hatilah karena hepatitis C bisa berujung pada kasus kanker hati bahkan kematian.

Deteksi awal untuk hepatitis C bisa dilaksanakan lewat tes antiHCV yang ada di dalam darah. Ada baiknya memang pelaksanaannya dilakukan sebulan sesudah virus masuk ke dalam tubuh. Selain darah, pemakaian narkoba secara suntik, transfusi darah serta peralatan medis yang kurang steril bisa juga terjadi.

Pencegahan Penularan Hepatitis

Khusus untuk hepatitis A serta B, pencegahan bisa dilakukan dengan mendapatkan vaksin, baik itu vaksin tunggal maupun vaksin gabungan. Tak hanya itu, karena hepatitis bisa menular lewat keringat, hati-hatilah terhadap seorang penderita hepatitis yang berkeringat. Jauhi pula penggunaan jarum secara bergantian, memperoleh tranfusi darah dari penderita hepatitis, serta berhubungan intim dengan penderita hepatitis.

Itulah sedikit informasi mengenai penularan hepatitis lewat keringat yang terjadi pada hepatitis B dan media lainnya berikut juga sepintas tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah hepatitis dengan benar. Vaksin adalah cara paling ampuh dan menjanjikan untuk mencegah hepatitis dengan sempurna, jadi pastikan bahwa setiap anak bisa memperolehnya agar tak mudah terserang virus hepatitis tipe apapun.

Demikianlah artikel mengenai “Mungkinkah Penyakit Hepatitis Menular Melalui Keringat?”. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Dan untuk penderita hepatitis jenis apapun semoga bisa segera sembuh dari penyakitnya dan bisa kembali sehat serta bisa kembali hidup normal.

Baca Juga :

Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?

Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?

Hepatitis C merupakan salah satu jenis hepatitis yang cukup berbahaya. Lalu Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh? Mari kita simak pembahasannya berikut ini!

Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?

Penyakit hepatitis C tidak hanya menginfeksi hati, tetapi juga merusak organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, Anda harus membekali diri dengan informasi tentang dampak hepatitis C pada kesehatan tubuh, seperti yang dijelaskan berikut ini, untuk mengetahui cara mengendalikan kerusakan organ tubuh Anda yang lain.

Beragam kerusakan tubuh yang bisa disebabkan oleh penyakit hepatitis C

  • Kemampuan hati untuk memproduksi empedu jadi berkurang

Salah satu fungsi hati adalah memproduksi empedu yang berfungsi untuk memecah lemak. Hepatitis C bisa menghambat kemampuan hati untuk memproduksi empedu. Maka dari itu, penderita hepatitis C bisa merasakan nyeri di bagian perut kanan atas. Hati yang rusak tidak menghasilkan cukup albumin, yaitu protein yang dapat menahan cairan dalam sel. Banyak penderita hepatitis C yang mengalami sakit perut, diare, dan kram perut. (Baca Juga : OBAT HEPATITIS PALING AMPUH)

  • Merusak tiroid

Tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin dan berfungsi memasok hormon tiroksin ke dalam aliran darah. Virus hepatitis C bisa membuat sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid pada sebagian orang. Hipotiroidisme bisa menyebabkan kelesuan dan kedinginan sedangkan hipertiroidisme bisa menyebabkan gejala seperti kegugupan dan detak jantung cepat.

  • Mengganggu sistem peredaran darah

Hati yang sehat membantu sistem peredaran darah bekerja dengan lancar. Namun, hati yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan masalah pada aliran darah yang meningkatkan tekanan darah. Ini bisa menyebabkan hipertensi portal. Pembuluh darah bisa pecah jika terlalu sempit, sehingga menyebabkan perdarahan dalam serius. Hati yang sehat juga membantu mengubah gula menjadi glukosa dan menyimpannya untuk energi. Terlalu banyak gula dalam aliran darah bisa menyebabkan resistensi insulin atau diabetes tipe 2.

  • Merusak sendi dan otot

Jika Anda terkena hepatitis C, ini akan membuat Anda mengalami komplikasi sendi dan otot, yang merupakan akibat dari perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap virus. Salah satu penyebab paling umum dari nyeri sendi dan otot karena penyakit hepatitis C adalah rematik (rheumatoid arthritis), sebuah kondisi menyakitkan yang ditandai dengan peradangan sendi sinovial. (Baca Juga : Cara Mengobati Psoriasis)

  • Merusak otak

Saat hati tidak bisa menyaring semua racun dari darah, penumpukan zat beracun ini bisa merusak sistem saraf pusat dan mengganggu fungsi otak. Orang yang mengalami kerusakan otak akibat hepatitis C bisa merasakan gejala seperti napas yang terasa manis atau apek, melemahnya kemampuan motorik kecil, dan gangguan tidur. Selain itu, mereka bisa mengalami linglung, cepat lupa, konsentrasi yang memburuk, perubahan kepribadian, gemetar yang tidak normal, agitasi (lekas marah/cepat tersinggung), disorientasi, dan bicara cadel. Dalam kasus yang paling parah, penyakit hepatitis C dapat menyebabkan koma

  • Menyebabkan penyakit kuning

Ada satu jenis molekul protein yang disebut hemoglobin yang terdapat dalam sel-sel darah merah, yang bertanggung jawab mengangkut oksigen dan zat besi ke sel di seluruh tubuh. Bilirubin adalah zat penting lainnya dalam hemoglobin dan yang penting dalam mempertahankan sel yang membentuk kulit, kuku, dan rambut yang sehat. Saat hati tidak bisa menjalankan tugasnya, bilirubin bisa menumpuk dan membuat kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning (jaundice).

Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mencurigai atau mengalami salah satu (atau lebih) dari komplikasi penyakit hepatitis C di atas. Dokter akan membantu Anda menemukan penyebab nyeri yang Anda rasakan dan menganjurkan metode pengobatan.

Itulah pembahasan mengenai “Apa Bahaya Hepatitis C Terhadap Tubuh?”. Setelah mengetahuinya, maka Anda patut waspada dengan penyakit hepatitis C ini. Oleh karena itu, jagalah kesehatan Anda dengan melakukan pola hidup sehat.

Baca Juga :

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan patut diwaspadai. Lalu Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B? Mari kita simak jawabannya dalam pembahasan berikut ini!

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B?

Secara umum, penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B (HBV), yang menyebar dan menulari Anda melalui paparan terhadap darah atau cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi.

Hepatitis B merupakan penyakit yang cukup sering Anda dengar di lingkungan sekitar. Apalagi jika Anda memiliki balita dan sering membawanya secara rutin ke klinik atau puskesmas terdekat. Pasalnya, Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang poster pencegahan serta langkah penanganannya banyak disebarkan oleh pemerintah. Sosialisasi seperti ini merupakan hal yang wajar, mengingat angka kasus Hepatitis semakin meningkat di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2013 saja, tercatat sekitar 649.875 jiwa yang disinyalir menderita Hepatitis B di Indonesia. Angka ini tercatat menanjak dibandingkan data sebelumnya pada tahun 2007. Hal ini sebagian besar dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Hepatitis B, serta faktor risiko dan tindak pencegahannya. (Baca Juga : OBAT HEPATITIS PALING AMPUH)

Apa penyebab dan faktor risiko Hepatitis B?

Secara umum, penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B (HBV), yang menyebar dan menulari Anda melalui paparan terhadap darah atau cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Hepatitis B :

  • Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis B, tanpa menggunakan kondom. Hal ini menyebabkan pertukaran cairan antara Anda dan orang tersebut, sehingga menularkan virus itu sendiri.
  • Penggunaan jarum bersama orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Biasanya jarum ini digunakan untuk menyuntikkan obat, umum di kalangan para pemakai obat-obatan terlarang.
  • Berbagi pemakaian alat kebutuhan pribadi, seperti sikat gigi atau pencukur jenggot, dengan orang yang terinfeksi virus Hepatitis B.
  • Membuat tato atau tindikan (pada hidung, pusar, telinga, lidah, dan mulut) dengan alat yang tidak disterilkan terlebih dahulu.

Selain keempat faktor risiko di atas, perlu diingat bahwa virus Hepatitis B dapat pula dibawa oleh seorang wanita yang tengah hamil. Akibatnya, wanita tersebut dapat menurunkan virus ini pada bayi yang dilahirkannya.

Perlu pula Anda ingat, bahwa virus Hepatitis B tidak dapat ditularkan melalui kontak kasual, seperti berciuman, berpelukan, bersin, batuk, dan berbagi makanan atau minuman dengan orang yang terinfeksi. (Baca Juga : Obat Jantung Bocor)

Lalu, apa saja tindak pencegahannya?

Tindak pencegahan Hepatitis B adalah pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini sudah tersedia sejak tahun 1982, dan sejak itu telah digunakan secara luas untuk mencegah infeksi virus Hepatitis B secara efektif. Rentetan vaksin komplit dapat meningkatkan antibodi hingga lebih dari 95% pada bayi, anak-anak, dan dewasa. Memang, vaksin ini sebenarnya wajib didapatkan setiap orang, terutama jika Anda merupakan individu yang berisiko tinggi terinfeksi Hepatitis B, yaitu :

  • Individu yang sering dan berulangkali menerima donor darah, seperti pasien dialisis, dan penerima transplantasi organ dalam.
  • Orang yang hidup di dalam penjara.
  • Orang yang rutin menyuntikkan obat karena penyakitnya.
  • Teman hidup dan mereka yang satu atap dengan penderita Hepatitis B.
  • Orang yang memiliki banyak pasangan seksual, atau sering berganti pasangan seksual.
  • Petugas kesehatan, dokter, petugas medis, atau orang-orang yang sering terpapar darah dalam pekerjaan mereka, dan
  • Pelancong yang pergi ke banyak negara dan wilayah, harus menerima vaksin sebelum meninggalkan wilayah endemik virus Hepatitis B.

Selain vaksin, pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian jarum suntik secara komunal, atau yang tidak steril, dan menghindari pemakaian obat-obatan terlarang. Tak hanya itu, Anda juga bisa menghindari pemakaian pisau cukur dan sikat gigi bersama, memakai kondom saat berhubungan seksual, serta menggunakan sarung tangan plastik jika harus memegang darah.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B? Jawabannya sudah kita simak dalam pembahasan di atas. Sekarang tinggal kita aplikasikan agar kita bisa mencegah penyakit hepatitis B ini menyerang tubuh kita.

Baca Juga :

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya? Mari kita temukan jawabannya dalam pembahasan berikut ini! Berikut ini ada percakapan antara pasien dengan dokter mengenai hepatitis, apakah bisa kambuh atau tidak. Selanjutnya ada rekomendasi terbaik yang paling tepat untuk mengobati penyakit hepatitis. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Pasien: Naufal Ihsan

Halo dok, Saya ingin bertanya apakah jika 2 thn lalu saya terkena hepatitis dan jika kena lagi itu akan menjadi hepatitis kronis? Benarkah hepatitis bisa kambuh?

Terimakasih,

Naufal Ihsan

Dokter: dr. Yosephine. S.

Hai Naufal, Penyakit peradangan hati atau disebut sebagai hepatitis adalah keadaan timbulnya radang pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Ada lima tipe virus hepatitis yaitu hepatitis A,B,C,D,E masing-masing dengan gejala, cara penularan dan penanganan yang berbeda-beda. Di bawah ini merupakan jenis-jenis hepatitis yang ada, seperti:

  • Hepatitis A Hepatitis A adalah salah satu jenis hepatitis yang paling sering di Indonesia. Penularan hepatitis A ini disebabkan oleh mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan virus hepatitis A. Virus hepatitis A ini apabila terkena akan menyebabkan gejala mual-muntah, kuning. Hepatitis A ini akan sembuh sendiri dalam dua-tiga minggu pengobatan
  • Hepatitis B Hepatitis B ini adalah penyakit jangka panjang. Umumnya tertularnya hepatitis B ini apabila melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B. Selain itu, apabila tubuh terkena cairan-cairan tubuh seperti darah, sperma dsb dapat menularkan hepatitis B. Apabila terkena hepatitis B, dapat dilakukan terapi berupa pengobatan antivirus
  • Hepatitis C Hepatitis C juga adalah penyakit jangka panjang. Hepatitis C umumnya ditularkan apabila Anda terkena cairan tubuh yang terinfeksi oleh hepatitis C. Hepatitis C juga dapat diobati dengan terapi pengobatan antivirus jangka panjang.
  • Hepatitis D Hepatitis D lebih jarang terjadi di Indonesia. Hepatitis D ini hanya dapat dideteksi pada pasien yang sudah positif terkena hepatitis B. Gejalanya biasanya tidak seberat hepatitis B
  • Hepatitis E Hepatitis E ini ditularkan juga melalui makanan yang tercemar oleh kotoran yang mengandung hepatitis E. Hepatitis E ini memiliki gejala mirip hepatitis A namun ada risiko yang cukup besar untuk menyebabkan kerusakan hati parah. Hepatitis E ini akan sembuh sendiri.

Penyakit hepatitis dapat terjadi secara kambuhan atau dapat pula menjadi kronis seperti hepatitis B. Oleh sebab itu sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis hepatitis yang Anda derita sehingga dapat ditentukan apakah Anda mengalami infeksi hepatitis kembali ataukah keadaan ini merupakan hepatitis kronis.

Semoga membantu

dr Yosephine

(Baca Juga : OBAT HEPATITIS PALING AMPUH)

Bagaimana Solusi Mengobati Hepatitis?

Untuk mengobati penyakit hepatitis, kami punya rekomendasi terbaik yang paling tepat, yaitu obat herbal HepatSure Capsule dari Green World. HepatSure Capsule sangat tepat dipilih sebagai obat untuk menyembuhkan hepatitis, karena HepatSure Capsule sendiri merupakan salah satu obat hepatitis herbal yang sudah terbukti khasiat serta keampuhannya, bukan sekadar omong kosong belaka. Selain itu, obat herbal hepatitis HepatSure Capsule ini juga aman tanpa efek samping yang membahayakan.

Inilah Obat Hepatitis Herbal HepatSure Capsule, Rekomendasi Terbaik Mengobati Hepatitis. Baik Itu Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, dan Juga Semua Penyakit Hati Lainnya Seperti Liver, Sirosis, dan Liver Bengkak

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Aturan Minum: 3x sehari, sekali minumnya 1-2 kapsul, diminum setelah makan.

Testimoni HepatSure Capsule Mengobati Hepatitis

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

*Disclaimer: Hasil yang di dapat pada setiap individu bisa berbeda, tergantung kondisi fisik masing-masing individu tersebut.

Itulah salah satu bukti testimoni dan kesaksian dari konsumen yang sudah merasakan khasiat serta keampuhan HepatSure Capsule. Jadi, khasiat HepatSure Capsule ini memang bukan sekadar omong kosong belaka, karena mampu menjadi perantara dalam mengobati penyakit hepatitis.

Kandungan Lengkap HepatSure Capsule

  • Astragalus mongholicus, adalah tonik yang umum untuk melindungi hati serta melawan bakteri atau virus. Sering digunakan untuk penyembuhan flu, infeksi saluran pernapasan atas, alergi, fibromyalgia, anemia, HIV / AIDS, dan untuk memperkuat dan mengatur sistem kekebalan tubuh.
  • Liquorice, bekerja sangat baik dalam melindungi hati dan meningkatkan penyembuhan pada organ hati. Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu pengobatan hepatitis (peradangan hati). Liquorice juga bertanggung jawab untuk menggempur virus penyebab hepatitis dan persediaan senyawa antioksidan yang berharga dapat membantu menjaga kesehatan hati secara keseluruhan. Bahkan menurut sebuah penelitian, ekstrak liquorice dapat mencegah kerusakan hati yang disebabkan logam berat seperti cadmium.
  • Lophatherum Gracile atau yang juga biasa disebut Dan Zhu Ye, adalah bahan alami yang menjadi bagian dari pengobatan tradisional Cina selama berabad-abad, memiliki afinitas alami untuk menghilangkan racun dan meredakan penyakit panas. (Baca Juga : Obat Herbal Kista)

Keunggulan HepatSure Capsule

  • Diproduksi oleh pabrik farmasi dunia yang memiliki standar GMP (Good Manufacturing Practice).
  • Telah dipasarkan sejak lama dan telah banyak testimoni dari konsumen.
  • Terdaftar di FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.
  • Memiliki sertifikasi HALAL.

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Rp. 362.000,-/Botol (60 kapsul)

Bagaimana Cara Mendapatkan HepatSure Capsule?

Perlu anda ketahui HepatSure Capsule ini tidak dijual bebas di pasaran, tidak ada di apotik. Anda hanya bisa mendapatkan HepatSure Capsule dari Agen Resmi. Hati-hati dengan HepatSure Capsule Murah, bisa jadi itu Palsu. Karena produsen sendiri telah mematok harga standar untuk semua Agen Resmi.

Jika Anda Berminat Memesan HepatSure Capsule, Silahkan SMS/WA/BBM Dengan Menyertakan Format Pemesanan Seperti Berikut :

Ketik :

PHC : Jumlah Pesanan : Nama Anda : Alamat Lengkap : No.HP/No.Tlp

Kirim ke

085 320 000 874 atau PIN 27D0310B


Anda juga bisa PESAN OTOMATIS via WhatsApp dengan meng-klik gambar di bawah ini !



atau jika anda ingin konsultasi, silahkan KLIK SALAH SATU NOMOR di bawah ini !





Contoh Pemesanan :

PHC : 4 Botol : Janda Herang : Jl. Pondok Pinang Raya No.17 Kel. Pondok Pinang, Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan : 085 223 495 XXX

Kirim ke 085 320 000 874 atau PIN 27D0310B

Setelah anda mengirimkan format pemesannya, kami akan konfirmasi pemesanan anda dengan balasan SMS/BBM/WA/Line yang berisi Jumlah Total Pembayaran yang harus anda bayar dengan rincian : Harga Produk + Biaya Ongkos Kirim (JNE/POS).

Setelah anda setuju dengan Jumlah Total Pembayarannya dan anda konfirmasi, maka baru kami akan mengirimkan pesanan anda.

NP :

“PHC” adalah kode produk yang WAJIB di cantumkan dalam format pemesanan HepatSure Capsule ini, dan kami TIDAK MELAYANI pemesanan TANPA KODE produk tersebut

Terima Kasih

“Cara Pembayaran”

Untuk Pembayarannya Harus Melalui Transfer Ke Salah Satu Rekening Kami Berikut Ini :

Nama Bank No.Rekening Atas Nama
Bank BCA KCP S. Senjaya Tasikmalaya
3210373712 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank BRI Cab. Tasikmalaya
0100-01-000304-56-3 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank BNI Cab. Tasikmalaya
0219391983 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank Muamalat Cab. Tasikmalaya
1510005196 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank Mandiri KC Otista Tasikmalaya
131-00-0565435-7 RIPKI ABDUL ROJAK

BUKTI PENGIRIMAN

Terima kasih jika anda telah berbelanja di Toko Online Kami dan memberikan kepercayaan kepada Kami. Semoga obat herbal yang Kami rekomendasikan menjadi perantara dalam menyembuhkan penyakit yang tengah anda derita. Semoga Lekas Sembuh.

Garansi 100% Uang kami kembalikan apabila paket terbukti palsu maupun tidak sampai. Hati-hati Jelly Gamat Murah, Jangan pertaruhkan kesehatan anda dan keluarga.

Hormat Kami :

Zahra Herbal

Jl.Bantargedang Kp.Warungbandung RT.09/RW.07 Kel.Kotabaru Kec.Cibeureum, Kota Tasikmalaya – Jawa Barat

Telp : (0265) 341113

SMS : 085 320 000 874

WA/Telp : 085 223 557 127

Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Apakah Hepatitis Dapat Kambuh? Bagaimana Solusi Mengobatinya?

Perhatian !!

  • Hentikan pemakaian jika tidak cocok.
  • Sangat di wajibkan mengikuti tata cara konsumsi yang telah disarankan.
  • Produk asli hanya dijual oleh agen resmi & tidak di jual di apotek.
  • Waspada barang palsu! Jangan tergiur dengan harga murah ! Harga produk yang asli hanya yang tertera pada daftar harga diatas!
  • Harga diatas belum termasuk ongkos kirim.
  • Pengiriman dilakukan oleh pihak JNE untuk pemesanan luar kota Tasikmalaya.
  • Disini kami hanya memberikan rekomendasi pengobatan, dan kami tidak bisa memberikan jaminan atau garansi kesembuhan akan tetapi kami yakin rekomendasi dari kami bisa menjadi perantara kesembuhan untuk keluhan penyakit Anda dengan melihat pengalaman dari beberapa konsumen kami. Dan ingat!! kesembuhan mutlak hanya milik Allah SWT.

Baca Juga :

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati

Hepatomegali Adalah Pembesaran Ukuran Hati

Pernahkah anda mendengar nama penyakit hepatomegali ? Nama penyakit ini memang terdengar asing, karena tidak begitu populer seperti halnya Penyakit Hepatitis dan Kanker Hati atau Sirosis. Namun meski begitu, penyakit ini perlu diwaspadai dan menjadi ancaman serius bagi organ hati. Lalu seperti apa penyakit hepatomegali ini ? Mari mengenal lebih dekat tentang penyakit hepatomegali ini !

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati

Hepatomegali adalah sebuah penyakit kelainan hati yang disebabkan oleh pembesaran ukuran hati. Kondisi ini terjadi dipicu oleh beberapa penyakit yang menyerang organ hati ataupun penyakit lain. Penyakit hepatomegali ini harus segera mendapatkan penanganan yang tepat, karena akan berisiko menimbulkan kerusakan fungsi hati yang lebih luas yang dapat berdampak pada peran organ tubuh lainnya, seperti proses pembersihan darah dari zat kimia berbahaya.

Apa yang menyebabkan pembesaran hati atau hepatomegali ?

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, penyakit hepatomegali ini disebabkan oleh penyakit yang menyerang organ hati serta penyakit lainnya di luar organ hati. Namun diantara penyebab-penyebab tersebut, penyakit hepatomegali ini lebih sering dipicu oleh beberapa kondisi berikut, antara lain :

  • Kanker hati atau sirosis.
  • Metastasis kanker pada organ hati yang berasal dari kanker pada organ lain.
  • Penyakit hati alkoholik akibat kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan penumpukan lemak pada hati. Diantaranya adalah hepatitis, perlemakan hati alkoholik, dan sirosis.
  • Penyakit perlemakan hati nonalkoholik, yakni gangguan pada proses metabolisme akibat pola hidup tertentu.
  • Hepatitis A, B, C, D, atau E.

Selain penyebab-penyebab di atas yang notabene memang berasal dari penyakit pada organ hati, beberapa penyakit lainnya juga dapat menjadi penyebab hepatomegali, seperti infeksi bakteri dan parasit, berbagai penyakit kanker, berbagai kelainan pada jantung, serta kelainan genetik. Kelainan genetik dapat menyebabkan penumpukan lemak, protein, atau zat lain pada organ hati yang bisa mengakibatkan pembesaran ukuran hati. Kelainan genetik tersebut diantaranya adalah penimbunan glikogen, hemokromatosis, dan penyakit Wilson.

Sebagian jenis kanker yang dapat memicu hepatomegali diantaranya adalah kanker darah, limfoma, dan multiple myeloma. Sementara berbagai kelainan jantung yang berisiko memicu hepatomegali antara lain yaitu gagal jantung kongestif serta stenosis pada katup jantung.

Hepatomegali juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dan anak-anak, yang dipicu oleh penyakit malaria, anemia sel sabit, talasemia, infeksi virus-virus TORCH, galaktosemia, gaucher, serta obat-obatan.

Bagaimana cara mendiagnosis hepatomegali ?

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati, – Untuk mendiagnosis hepatomegali, dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan pada pasien. Lalu setelah itu dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terutama pada bagian perut, untuk menentukan apakah ada hepatomegali atau tidak. Dokter akan meraba dan menekan area perut di bagian kanan di bawah tulang iga, yang mana area tersebut merupakan letak organ hati berada. Tujuan pemeriksaan tersebut antara lain :

  • Mendapatkan perkiraan mengenai ukuran organ hati.
  • Kelembutan dan tekstur benjolan organ.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui tindakan tes USG, CT scan, atau MRI, untuk mendapatkan pencitraan bentuk organ hati yang lebih jelas. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar enzim serta mengindentifikasi jenis virus yang menyebabkan pembesaran organ hati. Dokter juga dapat mengambil sebagian kecil jaringan hati untuk diperiksa kadar lemak atau jumlah sel kanker yang dimilikinya dengan menggunakan ultrasound selama prosedur biopsi. Sementara prosedur lainnya yang juga dapat dilakukan dokter tanpa biopsi adalah tes elastografi atau magnetic resonance elastography (MRE).

Seperti apa gejala hepatomegali ? Bagaimana ciri-ciri seseorang yang mengidap hepatomegali ?

Gejala hepatomegali dapat semakin dirasakan ketika ukuran organ hati sudah mulai mengalami pembesaran. Gejala yang dirasakan dapat bergantung pada apa yang menjadi pemicunya, seperti misalnya dipicu oleh hepatitis.

Berbagai gejala terkait hepatomegali yang dapat dirasakan diantaranya yaitu :

  • Perut bagian kanan atas terasa tidak nyaman
  • Sering merasa kenyang
  • Mual
  • Nyeri otot
  • Merasa lelah atau lemah
  • Penurunan berat badan
  • Kulit atau bagian putih mata berwarna kuning (penyakit kuning).

Lalu bagaimana cara mencegah kondisi hepatomegali ini ?

Anda dapat melakukan diet sehat untuk mengurangi risiko terkena kondisi hepatomegali ini atau penyakit hati. Cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah kondisi hepatomegali antara lain adalah :

  • Menambahkan sayur-sayuran, buah-buahan, atau biji-bijian ke dalam menu makanan anda.
  • Perhatikan instruksi saat mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apapun.
  • Pertahankan berat badan ideal dengan berkonsultasi pada dokter.
  • Batasi penggunaan obat anti-serangga yang berbahan kimia seperti insektisida, khususnya pada ruangan yang tidak memiliki sistem ventilasi yang baik.

Mengenal Penyakit Hepatomegali, Pembesaran Ukuran Hati, – Itulah penjelasan singkat mengenai penyakit hepatomegali, kondisi kelainan organ hati berupa pembesaran ukuran organ hati yang melebihi ukuran normalnya. Waspadai kondisi tersebut dengan selalu menjaga pola hidup sehat dan juga melakukan olahraga rutin serta teratur. Jika anda sudah terlanjur mengalami kondisi hepatomegali atau menderita penyakit hati lainnya, maka anda bisa segera melakukan tindakan penangan secara alami menggunakan HEPATSURE CAPSULE Herbal, solusi tepat mengatasi berbagai masalah organ hati. Khasiat serta keampuhannya sudah terbukti, dan juga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, karena sudah terdaftar di FDA (BPOM-nya Amerika Serikat).



Anda bisa PESAN OTOMATIS via WhatsApp dengan meng-klik gambar di atas !

Baca Juga :

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

 

Search Term: Hepatomegali, Hepatitis, Sirosis, Steatosis, Liver Bengkak, Kanker Hati, Penyakit Kuning

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati

Mungkin anda sudah pernah mendengar istilah perlemakan hati. Gangguan hati ini memang tidak terlalu asing di telinga. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai perlemakan hati, mulai dari pengertian, penyebab, dan gejalanya.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Perlemakan hati atau Fatty liver adalah sebuah kondisi di mana pada organ hati terdapat penumpukan lemak hingga lebih dari 5% – 10% dari berat total organ tersebut. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut dengan nama steatosis. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang-orang yang sudah berusia antara 40-60 tahun. Perlemakan hati pada kebanyakan kasusnya tidak menimbulkan gejala yang berarti pada penderitanya. Bahkan tidak ada kerusakan permanen pada organ hati. Namun jika pun mengalami gejala, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dirasakan, diantaranya :

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Tubuh terasa lemah dan mudah lelah.
  • Konsentrasi terganggu.
  • Mengalami kebingungan.
  • Merasakan mual.
  • Nyeri perut di bagian tengah atau bagian atas sebelah kanan.
  • Mengalami pembengkakan hati.

Pada kasus yang lebih jarang, perlemakan hati juga bisa menimbulkan gejala berupa bercak-bercak berwarna gelap pada kulit lengan dan juga leher.

Baca Juga : Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Penyebab Perlemakan Hati

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perlemakan hati, dan berikut ini adalah diantaranya :

  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Efek samping obat-obatan tertentu (seperti aspirin, steroid, tamoxifen, dan tetracyline).
  • Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dalam darah.
  • Mengidap obesitas.
  • Faktor keturunan.
  • Mengidap diabetes.
  • Mengidap hepatitis C.
  • Mengidap penyakit autoimun.
  • Malnutrisi.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis.
  • Kehamilan (kasus ini jarang terjadi).

Diagnosis Perlemakan Hati

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati | Peradangan yang terjadi pada hati bisa dideteksi dengan melalui pemeriksaan pada perut pasien. Beberapa pertanyaan mungkin akan ditanyakan oleh dokter, diantaranya :

  • Apakah terasa lemah?
  • Apakah mengalami penurunan nafsu makan?
  • Riwayat penyakit yang pernah diderita, terutama penyakit hepatitis (umumnya hepatitis A, B, C).
  • Riwayat pengkonsumsian minuman beralkohol dan obat-obatan.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Untuk mendeteksi perlemakan hati, biasanya diinstruksikan beberapa tes pemindaian (seperti USG, CT scan, atau MRI scan). Melalui tes pemindaian tersebut, sejumlah lemak yang bertumpuk di dalam organ hati akan terlihat di layar monitor. Dan selain dengan melalui tes pemindaian tersebut, dokter juga bisa mendeteksi perlemakan hati dengan cara meneliti sampel dari jaringan hati, melalui teknik biopsi, atau dengan cara meneliti enzim hati melalui tes darah.

Komplikasi pada Pecandu Alkohol

Mengenal Penyakit Steatosis atau Perlemakan Hati | Jika sudah terkena perlemakan hati dan pecandu alkohol tidak menghentikan kebiasaannya minum alkohol, maka kondisi perlemakan hati bisa berkembang lebih parah menjadi sirosis dengan gejala-gejala yang menyertai seperti berikut :

  • Massa otot berkurang.
  • Penumpukan cairan di dalam tubuh.
  • Penyakit kuning (jaundice).
  • Pendarahan.
  • Gagal hati atau kegagalan fungsi hati.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Sirosis, Kerusakan Hati Beresiko Sebabkan Gagal Hati

Luka hati yang disebabkan oleh sirosis hati Ini adalah kondisi pembentukan jaringan parut di jangka panjang hati (kronis). Penyakit ini perlahan-lahan berkembang dan menghasilkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan parut. jaringan parut menghambat aliran darah dari hati sehingga dapat menghambat atau menghentikan kinerja jantung.

Baca Juga : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Kerusakan hati yang disebabkan oleh sirosis hati tidak bisa diperbaiki, itu lebih banyak tersebar, hati mungkin tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini sering disebut sebagai gagal hati. Sirosis berlangsung selama bertahun-tahun, sebelum hal itu menyebabkan kerusakan hati. Secara umum, pengobatan dilakukan hanya untuk menunda perkembangan penyakit.

Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, di sini adalah bagian dari fungsi hati dalam tubuh.

  • Simpan nutrisi tambahan dan mengembalikan banyak nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Protein dalam darah untuk membantu koagulasi, transportasi oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Kami mendukung gula toko dalam bentuk glikogen.
  • Hapus aliran darah, seperti alkohol dan obat-obatan, dan zat berbahaya di dalamnya.
  • Hancurkan jenuh lemak dan kolesterol bahan.
  • Menghasilkan empedu, elemen ini diperlukan untuk mencerna makanan.

Pada dasarnya, hati adalah organ yang sangat sulit karena juga dapat terus bekerja dengan kehancuran. Hati tidak bekerja lagi ketika mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai organ itu benar-benar hancur.

Penyebab Sirosis

Sirosis disebabkan oleh beberapa faktor termasuk virus virus hepatitis B, hepatitis C, konsumsi alkohol berlebihan, dan beberapa kondisi lain yang dapat merusak jaringan hati.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

Gejala Sirosis

Sirosis pada tahap awal hanya memunculkan sedikit gejala, tapi ketika fungsi hati sudah berkurang secara signifikan akan muncul gejala-gejala seperti:

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan, kurang bertenaga, serta mudah mengantuk.
  • Pembengkakan di pergelangan kaki dan perut.
  • Penurunan berat badan atau bahkan kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  • Demam menggigil.
  • Susah bernapas.
  • Putih mata dan juga kulit berwarna kuning atau disebut juga sakit kuning.
  • Mual.
  • Muntah darah.
  • Perubahan warna urin dan tinja.
  • Kulit gatal-gatal.

Diagnosis Sirosis

Untuk mendiagnosis penyakit sirosis, ada beberapa cara yang bisa digunakan, diantaranya :

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksakan kondisi fisik, apakah ada perubahan fisik yang terjadi pada pasien atau tidak.
  • Tes darah. Sampel darah akan diambil untuk diperiksakan guna mengetahui fungsi hati dan apakah ada kerusakan atau tidak pada hati.
  • Pencitraan. Pemeriksaan CT scan, USG, dan juga beberapa prosedur pencitraan lainnya mungkin diperlukan untuk melihat kondisi hati. Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh
  • Biopsi. Sampel jaringan hati akan diambil untuk diperiksakan.

Pencegahan Sirosis

Pencegahan sirosis hati yang disebabkan oleh asupan alkohol yang berlebihan dapat dilakukan dengan membatasi diri untuk mengkonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, sirosis hati dapat disebabkan oleh hepatitis. Hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman, memastikan kebersihan makanan dan minuman adalah tindakan pencegahan yang paling tepat. Hepatitis B dan C adalah infeksi yang dapat bertahan melalui seks tidak aman atau jarum dibagi di antara pengguna narkoba disuntikkan. Ketika Anda berhubungan seks untuk tidak menginfeksi hepatitis B dan C atau tidak berbagi jarum, Anda perlu menggunakan kondom. Vaksinasi tersedia untuk mencegah hepatitis B, tetapi vaksin untuk hepatitis C belum tersedia.

Pengobatan Sirosis

Sirosis hati tidak bisa disembuhkan. Pengobatan ini dilakukan untuk mencegah perkembangan penyebab mendasar yang mengarah pada munculnya sirosis sejak didirikan. Pengobatan juga dilakukan untuk menunda kerusakan mengatasi gejala dan komplikasi yang dihasilkan dari jaringan hati serta sirosis hati.

Misalnya, jika Anda mengambil obat antivirus untuk mengatasi hepatitis C, Anda dapat mencegah sirosis dari memburuk. Kemudian Anda meminta untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol, dan Anda akan kehilangan berat badan jika Anda mengalami obesitas.

Jaringan yang rusak dapat menyebabkan terhentinya sirosis hati jika sudah memasuki stadium lanjut. Dalam keadaan ini, satu-satunya pilihan yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan transplantasi hati.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis yang sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A, yang menyerang sel-sel hati. Berdasarkan catatan dari data kesehatan, di Asia Tenggara terjadi kasus hepatitis A sekitar 400.000 orang setiap tahunnya. Sementara angka kematiannya mencapai 800 jiwa. Yang mana sebagian besar penderitanya adalah anak-anak.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Gejala awal yang sering muncul pada penyakit hepatitis A ini adalah berupa demam, mual, muntah, diare, serta nyeri sendi dan otot. Jika organ hati sudah mulai terserang virus hepatitis A, beberapa gejala lain pun akan mulai bermunculan, seperti warna urin yang gelap, warna tinja yang pucat, sakit kuning dan gatal-gatal. Selain itu, perut bagian atas sebelah kanan (letak hati) juga akan terasa sakit, terutama jika ditekan.

Gejala-gejala di atas tidak selamanya selalu muncul pada tiap penderita hepatitis A, karena sering kali juga hepatitis A ini tidak menimbulkan gejala yang berarti, sehingga terkadang penyakit ini sulit terdeteksi pada tahap awal kemunculannya. Berdasarkan data kesehatan, hanya ada 1 dari 10 pasien hepatitis A di bawah usia 6 tahun yang mengalami gejala sakit kuning. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, penyakit hepatitis A ini biasanya akan menimbulkan gejala yang lebih parah dan 70% di antaranya akan mengalami gejala sakit kuning.

Berbeda dengan hepatitis B dan hepatitis C, infeksi yang disebabkan oleh hepatitis A tidak beresiko menyebabkan hepatitis kronis (kerusakan hati jangka panjang), dan jarang juga berakibat fatal. Akan tetapi, hepatitis A ini dapat beresiko menyebabkan munculnya gejala kerusakan hati yang akut. Dan kondisi ini cukup berbahaya, karena berpotensi mengancam nyawa.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Penyebab dan Penularan Hepatitis A

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya di awal, bahwa hepatitis A ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, yang juga dapat menyebar dengan sangat mudah kepada orang lain. Cara penyebaran virus hepatitis A ini utamanya adalah melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A. Dan berikut ini ada beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus hepatitis A, diantaranya :

  • Tingkat kebersihan yang buruk.
  • Kontak dengan pengidap secara langsung.
  • Menggunakan jarum suntik yang sama dengan pengidap.
  • Melakukan hubungan seksual dengan pengidap.
  • Melakukan hubungan seksual sesama jenis.
  • Bekerja di tempat yang berkaitan dengan kotoran, misalnya selokan.

Hepatitis A bisa terjadi pada siapa saja, dan setiap orang juga beresiko terserang hepatitis A ini. Jadi, waspadalah terhadap penyebaran virus hepatitis A, dengan menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan resikonya.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Cara Mencegah Hepatitis A

Karena penyebaran hepatitis A ini utamanya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, maka salah satu langkah pencegahan hepatitis A yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan. Langkah ini sebenarnya cukup mudah, namun pada kenyataannya sulit untuk diaplikasikannya, karena alasan “malas”. Misalnya, selalu mencuci tangan sebelum makan dan juga setelah melakukan sesuatu, menghindari konsumsi makanan yang mentah atau setengah matang, serta menghindari konsumsi air yang masih mentah yang tidak terjamin kebersihannya.

Selain itu, dengan melakukan vaksinasi hepatitis A, anda juga bisa mencegah penyakit hepattis A ini. Terutama bagi mereka yang memang memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit hepatitis A ini, seperti orang yang mengidap penyakit hati kronis, serta orang yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril.

Komplikasi Akibat Hepatitis A

Seperti yang telah dikatakan di awal, infeksi hepatitis A ini umumnya tidak mengakibatkan penyakit hati jangka panjang atau kronis, dan jarang juga yang berakibat fatal. Namun meskipun demikian, penyakit ini tetap berpotensi menyebabkan gagal hati, terutama pada mereka yang telah mengidap penyakit hati sebelum terkena infeksi hepatitis A, dan juga pada penderita manula. Selain itu, pada beberapa kasus, infeksi ini juga bisa kambuh lagi.

Baca Juga : Komplikasi Penyakit Akibat Hepatitis B

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Pada beberapa artikel sebelumnya sudah sering dikatakan, bahwa hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya, meskipun beberapa diantaranya ada juga yang tidak begitu berbahaya, karena memang hepatitis itu sendiri terdiri dari beberapa jenisnya. Namun yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah jenis hepatitis yang berbahaya yang beresiko menjadi kanker hati dan sudah banyak menimbulkan banyak korban jiwa, yaitu hepatitis C.

Seberapa bahayakah penyakit hepatitis C itu? Apakah hepatitis C bisa dicegah? Lalu bagaimana caranya untuk mencegah hepatitis C?

Sampai saat ini belum jelas apakah hepatitis C bisa dicegah atau tidak, namun melalui vaksinasi, saat ini hepatitis C belum bisa dicegah. Akan tetapi ada beberapa yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terkena penularan hepatitis C, yaitu dengan berhenti dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang serta menghindari penggunaan berbagai macam barang pribadi yang mungkin terkontaminasi darah, seperti contoh sikat gigi atau alat cukur.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Sementara itu, meskipun hepatitis C jarang sekali menular melalui hubungan seksual, namun alangkah baiknya untuk selalu menggunakan alat kontrsepsi seperti kondom ketika berhubungan seksual dengan pasangan anda, untuk mencegah supaya tidak tertular hepatitis C, apalagi jika melakukan hubungan seksualnya dengan bukan pasangan anda.

Beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah penularan hepatitis C, diantaranya yaitu :

  • Ketika mendapatkan luka, bersihkan dan tutupi luka dengan plester yang tahan air.
  • Berhati-hatilah ketika melakukan donor darah. Pastikan alat yang digunakan saat donor darah adalah alat yang steril atau bersih.
  • Jangan pernah menggunakan jarum suntik yang bekas orang lain. Serta sebaiknya selalu menggunakan jarum suntik yang steril atau yang baru bukan bekas pakai.
  • Senantiasa membersihkan darah yang berceceran dengan obat pembersih.

Bagi penderita hepatitis C, anda juga masih beresiko untuk tertular hepatitis jenis lainnya. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menganjurkan anda penderita hepatitis C untuk menjalani vaksinasi supaya bisa mencegah hepatitis A dan juga hepatitis B. Selain itu, vaksin flu dan infeksi pneumokokus juga akan disarankan.

Mencegah Hepatitis C dengan Obat Hepatitis Herbal

Selain dengan melakukan beberapa tips di atas, anda juga bisa mencegah hepatitis C dengan obat herbal hepatitis dari Green World, yaitu obat herbal HepatSure Capsule, Obat Hepatitis Paling Ampuh yang khasiat serta keampuhannya sudah teruji dan terbukti dirasakan oleh para konsumennya.

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Baca Juga : Komplikasi Penyakit Akibat Hepatitis B

Obat herbal HepatSure ini dibuat dari 100% bahan alami, yang aman dalam proses pengobatannya tanpa efek samping yang membahayakan. Selain itu, obat herbal HepatSure Capsule ini merupakan obat herbal yang diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai macam masalah yang terjadi pada organ hati, serta bisa dijadikan juga sebagai suplemen untuk menjaga dan merawat kesehatan hati, sehingga bisa terbebas dari masalah-masalah penyakit seperti hepatitis dan sirosis.

Aturan Minum: 3x sehari, sekali minumnya 1-2 kapsul, diminum setelah makan.

1 Botol Isi 60 Kapsul

HepatSure Capsule dibuat dengan menggunakan komposisi herbal terbaik pada tanaman Astragalus Mongholicus, Liquorice dan Lopatherum Gracile, yang mana tanaman-tanaman herbal tersebut juga dipercaya mempunyai khasiat yang bagus dalam memelihara kesehatan hari sekaligus mengobati berbagai masalah kesehatan pada hati, seperti menstabilkan membran sel hati, mengeluarkan serta menghilangkan racun dalam hati, mengatur lemak hati, serta mencegah fibrosis dan sirosis hati.

Tanaman Astragalus Mongholicus adalah tonik yang umum untuk melindungi hati serta melawan bakteri atau virus. Tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan penyakit flu, pengobatan infeksi saluran pernapasan, pengobatan alergi, pengobatan anemia, bahkan pengobatan HIV / AIDS. Tanaman ini juga digunakan untuk memperkuat dan mengatur sistem kekebalan tubuh.

Baca : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Kemudian Tanaman Liquorice memiliki khasiat yang bekerja sangat baik dalam melindungi hati serta meningkatkan penyembuhan penyakit pada organ hati. Tanaman ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang akan membantu pengobatan hepatitis yang tengah mendera. Liquorice juga bertanggung jawab dalam menggempur virus yang menjadi penyebab hepatitis, serta persediaan senyawa antioksidannya akan membantu menjaga kesehatan hati secara keseluruhan. Bahkan menurut sebuah penelitian yang telah dilakukan, ekstrak Liquorice juga dapat mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh logam berat seperti cadmium.

Sementara itu Lophatherum Gracile atau yang juga sering disebut Dan Zhu Ye adalah tanaman herbal alami yang juga merupakan bagian dari pengobatan tradisional Cina yang sudah sering digunakan sejak sejak lama selama berabad-abad. Yang mana tanaman herbal ini memiliki afinitas alami yang mampu menghilangkan racun dan meredakan penyakit panas.

Dengan berbagai kandungan tersebut, HepatSure Capsule ini menjadi salah satu obat herbal berkualitas terbaik dan bermutu tinggi, dan merupakan obat herbal yang bagus untuk mengobati hepatitis, karena khasiat serta keampuhannya sudah teruji dan terbukti. Dan berikut ini adalah salah satu buktinya :

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Jadi, itulah cara mencegah hepatitis C. Dan untuk mengobatinya, pilihlah obat herbal HepatSure Capsule Green World yang sudah terbukti berkhasiat mengobati penyakit hepatitis. Pesan dan rasakan sendiri khasiat dari obat herbal HepatSure Capsule ini sekarang juga !

Baca Juga : Faktor Yang Meningkatkan Bahaya Virus Hepatitis C

QUOTE :

“Kami Menyadari Bahwa Pada Hakikatnya Kesembuhan Itu Datang Dari Alloh SWT, Tapi Kami Juga Percaya Bahwa Setiap Penyakit Itu Bisa Disembuhkan dan Pasti Ada Obatnya. Untuk Itu Kami Disini Berusaha Membantu Anda Memberikan Solusi Terbaik Mengobati Penyakit”

Daftar Harga HepatSure Capsule

Pembelian Harga Retail Harga Net
1 botol (60 kapsul)
Rp.362.000,- Rp.362.000,- + Ongkir

Cara Pemesanan HepatSure Capsule

Jika Anda Berminat Memesan HepatSure Capsule, Silahkan SMS atau BBM Dengan Menyertakan Format Pemesanan Seperti Berikut :

Ketik :

PHC-AS : Jumlah Pesanan : Nama Anda : Alamat Lengkap : No.HP/No.Tlp

Kirim ke

085 320 000 874 atau PIN 27D0310B

Contoh Pemesanan :

PHC-AS : 4 Botol : Saparudin : Jln. Mangga Raya No.231 RT.02/RW.01, Kec. Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung : 085 971 472 XXX

Kirim ke 085 320 000 874 atau PIN 27D0310B

Setelah anda mengirimkan format pemesannya, kami akan konfirmasi pemesanan anda dengan balasan SMS/BBM/WA/Line yang berisi Jumlah Total Pembayaran yang harus anda bayar dengan rincian : Harga Produk + Biaya Ongkos Kirim (JNE/POS).

Setelah anda setuju dengan Jumlah Total Pembayarannya dan anda konfirmasi, maka baru kami akan mengirimkan pesanan anda.

NP :

“PHC-AS” adalah kode produk yang WAJIB di cantumkan dalam format pemesanan HepatSure Capsule ini, dan kami TIDAK MELAYANI pemesanan TANPA KODE produk tersebut

Terima Kasih

“Cara Pembayaran”

Untuk Pembayarannya Harus Melalui Transfer Ke Salah Satu Rekening Kami Berikut Ini :

Nama Bank No.Rekening Atas Nama
Bank BCA KCP S. Senjaya Tasikmalaya
3210373712 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank BRI Cab. Tasikmalaya
0100-01-000304-56-3 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank BNI Cab. Tasikmalaya
0219391983 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank Muamalat Cab. Tasikmalaya
1510005196 RIPKI ABDUL ROJAK
Bank Mandiri KC Otista Tasikmalaya
131-00-0565435-7 RIPKI ABDUL ROJAK

Terima kasih jika anda telah berbelanja di Toko Online Kami dan memberikan kepercayaan kepada Kami. Semoga obat herbal yang Kami rekomendasikan menjadi perantara dalam menyembuhkan penyakit yang tengah anda derita. Semoga Lekas Sembuh.

Hormat Kami :

Zahra Herbal

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!

Jl.Bantargedang Kp.Warungbandung RT.09/RW.07 Kel.Kotabaru Kec.Cibeureum, Kota Tasikmalaya – Jawa Barat

Telp : (0265) 341113

SMS/Telp : 085 223 557 127

SMS/Telp : 085 793 507 222

SMS/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 27D0310B

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

WA : 085793507222

IG : toko_zahraherbal

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis C? Beginilah Caranya!